Selasa, 05 April 2011

MANUSIA DAN CINTA KASIH

Manusia dan cinta kasih rupanya sudah tak dapat dipisahkan lagi, karena manusia tanpa cinta kasih layaknya bumi tanpa air, hidup gersang tak ada kehidupan. Cinta kasih merupakan salah satu dari ciri manusia yang sebenarnya, Rasulullah pun mengajarkan tentang cinta kasih, sebab peranan cinta kasih sangat penting dalam kehidupan manusia guna keberlangsungan manusia yang aman, damai, penuh barokah. Kalau manusia tanpa cinta kasih maka hidup takan tentram, penuh dengan kekerasan dan ingin menghak segala yang ada di dalam dunia.
Menurut bahasa Indonesia W.J.S Poerwadarminta, cinta kasih dapat diartikan sebagai perasaan suka (sayang) kepada seseorang yang di sertai dengan menaruh belaskasihan.
Cinta memegang peranan yang penting dalam peranan manusia, sebab cinta merupakan landasan dalam kehidupan perkawinan, pembentukan keluarga dan pemeliharaan anak, hubungan yang erat di masyarakat dan hubungan manusiawi yang akrab. Demikian pula cinta adalah pengikat umat dengan Tuhan-Nya agar manusia dapat menyembah Tuhan dengan ikhlas, mengikuti perintahnya dan berpegang teguh pada syariatnya.
Cinta kasih adalah anugrah daru Tuhan yang perlu kita sukuri, karena dengan adanya cinta kasih, terciptalah keamanan, kesejahtraan, dan ketenangan dalam hidup. Dapat kita bayangkan kalau manusia tidak punya rasa cinta kasih terhadap apa yang ada disekitarnya, maka dengan pasti ketidak seimbangan dalm kehidupanpun akan terjadi.
“Cinta kasih menurut aku adalah gabungan perasaan hati dan pikiran yang positif”.
• Cinta adalah rasa sangat suka atau sayang (kepada) ataupun rasa sangat kasih atau sangat tertarik hatinya. Kasih adalah perasaan sayang atau cinta (kepada) atau sangat menaruh belas kasihan. Dengan demikian cinta kasih dapat diartikan sebagai perasaan suka (sayang) kepada seseorang yang di sertai dengan menaruh belas kasihan.
Terdapat Perbedaan Antara Cinta dan Kasih
Cinta lebih mengandung pengertian tentang rasa yang mendalam. Sedangkan kasih merupakan pengungkapan untuk mengeluarkan rasa, mengarah kepada yang dicintai.
Perbedaan Cinta dengan Nafsu
Cinta bersifat manusiawi dan rohaniah sedangkan nafsu bersifat jasmaniah. Cinta menunjukan prilaku memberi, sedangkan nafsu cenderung menuntut.
Cinta dipengaruhi hati dan fikiran, sedangkan nafsu fikiran yang didukung oileh hati.
Manusia dan Cinta Kasih
Cinta kasih, kasih sayang, kemesraan, dan pemujaan, semua itu merupakan bagian dari hidup manusia, dan manusia dapat berkereasi dengan adanya perasaan cinrta kasih, kasih sayang, kemesraan, dan pemujaan. Adapun media yang digunakan seperti bahasa, nada, irama, dan suara. Seperti seni budaya, itu juga merupakan manifestasi dari cinta kasih, kasih sayang, kemesraan, dan pemujaan. Untuk melindungi cinta itu harus dibarengi dengan norma, moral, dan nilai. Ini adalah untuk mengembangkan kepribadian dan wawasan kepribadian.
Cinta yang dikemukakan oleh Dr. Sarlito W Sarwono memiliki tiga unsur, yaitu:
1. Keterikatan
2. Keintiman
3. Kemesraan
Keterikatan adalah adanya perasaan untuk hanya bersama dia, segala prioritas untuk dia, dan tidak mau peri dengan orang lain, kalu janji dengan dia harus ditepati, ada uang sedikit beli oleh-oleh untuk dia.
Keintiman yaitu kebiasaan-kebiasaan dan tingkah laku yang menunjukan bahwa antara anda dengan dia sudah tidak ada jarak lagi.
Kemesraan yaitu adanya perasaan ingin membelai atu dibelai, rasa kangen kalu jauh atau tidak bertemu, adanya ucapan-ucapan yang mengungkapkan rasa sayang.

Cinta Memiliki Tiga Tingkat

Cinta tingkat tertinggi adalah cinta kepada Allah, rasulullah dan berjalan di dalam aturan Allah. Cinta tingkat menengah adalah cinta kepada orang tua, anak, sdaudara, istri atau suami, dan kerabat. Cinta tingkat terendah adalah cinta yang lebih mengutamakan cinta keluarga, kerabat, harta dan tempat tinggal.
Cinta yang didasari karena Allah adalah cinta yang sejati, dan cinta yang seperti itu akan membela dan berupa kelak di alam kubur. Orang cinta kepada Al-Qura’an dengan banyak membaca dan mengaflikasikan dala kehidupan sehari-hari apa yang terkandung didalamya maka orang itu akan ditemani oleh perwujudan yang namanya cinta di akhirat dan untuk di dunia orang itu akan merasakan manfaatnya, misal ketentraman batin, kekayaan hati, selalu ada jalan untuk memecahkan masalah, berfikir positif dan masih banyak lagi.
Pengertian kasih sayang menurut kamus umum bahasa Indonesia karangan W.J.S Poerwadarminta adalah perasaan sayang, perasaan suka atu cinta kepada seseorang. Dalam kasih sayang sadar atau tidak sayang dari masing-masing pihak dituntut tanggung jawab, pengorbanan, kejujuran, saling percaya, pengertian, saling perhatian, saling pengertian, dan saling terbuka,sehingga kebudayaan merupakan kesatuan yang bulat dan utuh.

Kemesraan
Kemesraan berasal dari kata dasar mesra, yang artinya perasaan simpati yang akrab. Kemesraan ialah hubungan yang akrab baik pria wanita yang saedang di mabuk asmara maupin yang sudah berumahtanga. Kemesraan adalah salahsatu perwujudan dari cinta. Kemesraan dapat menimbulkan daya kreativitas manusia. Dengan kemesraan orang dapat menciptakan berbagai bentuk seni sesuai dengan kemampuan dan bakatnya.
Pemujaan
Pemujaan adalah salah satu manifestasi cinta manusia kepada Tuhan-Nya yang diwujudkan dengan bentuk komunikasi ritual. Kecintaan manusia kepada tuhan tidak dapat dipisahkan dari kehidupan amanusia. Hal ini adalah karena pemujaan kepada Tuahan adalah inti, nilai, dan makan kehidupan yang sebenarnya. Pemujaan-pemujaan itu sebenarnya karena manusia ingin berkomunikasi dengan Tuhan-Nya. Hal ini berarti manusia mohon ampun atas segala dosanya, mohon perlindungan, mohon dilimpahkan kebijaksanaan, agar ditunjukan jalan yang benar, mohon ditambahkan segala kekurangan yang ada padanya, dan lain-lain.
Belas Kasihan
Perbuatan atau sifat menaruh belas kasihan adalah orang yang berahklak. Manusia mempunyai potensi untuk berbelaskasihan. Masalah ia sanggupkah untuk menggugah potensi belas kasihan itu. dalam esei on love ada pengertian bahwa cinta adalah rasa persatuan tanpa syarat. Itu berarti dalam rasa belas kasihan tidak terkandung unsur pamrih. Belas kasihan yang kita tumpahkan benar-benar keluar dari lubuk hati yang ikhlas.
Cara-cara menumpahkan belas kasihan tergantung kepada situasi dan kondisi. Ada yang memberikan uang, ada yang memberikan barang, ada yang memberikan pakaian, makanan, dan sebagainya.

Mengapa Sampai Terjadi Dehumanisasi (pengurangan arti nilai kemanusiaan)?...

• Satu contoh:
Akibat love hilang unsur cinta (tanggung jawab) (wanita hamil) berkaitan pada membunuh. Mengapa sampai terjadi?..., karena cinta yang dianutnya tidak memaki aturan agama, moran, dan nilai.
Kalu perasaan cinta itu diatur oleh agama, moral, dan nial, maka yang namanya kekerasan dalam rumah tangga itu akan hilang, yangnamanya bunuh diri, atau menganiyaya orang yang bersangkutan itu di jamin takan ada. Karena segala aturan yang ada dalam agama khususnya Agana Islam itu akan membawa keberkahan dalam kehidupan.

Cinta dan Nafsu
Cinta bersifat manusiawi, tumbuh dan berkembang artinya setiap manusia tidak ada larangan untuk mencintai lawan jenisnya, dan wajar-wajar saja bila cinta tidak memandang si miskin dan si kaya, orang yang berpendidikan dan yang kurang pendidikan. cinta bisa tumbuh didiri siapa saja dan dapat berkembang kapan saja.
Cinta bersifat rohaniah, cinta adalah perasaan suka yang berada di dalam hati, dan untuk mengetahuinya kita bisa lihat dari tingkah laku, gerak gerik, perkataan orang yang sedang di rundum rasa cinta itu sendiri.
Nafsu bersifat jasmaniah yaitu kasar dalam tingkah laku, nafsu itu cenderung mendorong pada pisik untuk bertindak kasar, ucapan kasar, tingkah laku banyak yang tidak sesuai dengan keindahan. Nafsu berasal dari syaiton dan ujungnya pasti bukan hal yang baik, karena tidak ada sejarahnya syaiton berbuat baik. Nafsu cenderung memuaskan dorongan sexsual. Nafsu dorongannya dilakukan secara paksa, karena nafsu membekukan hati, akal sehat, dan rasa malu sama Allah.

Ada Empat Syarat Untuk Mewujudkan Cinta Kasih
1. Pengenalan
2. Tanggung jawab
3. Pengertian
4. Saling menghormati

Pengenalan adalah tahap awal untuk bisa tumbuhnya perasaan cinta kasih, pepatah mengatakan tak kienal maka tak sayang. Seperti halnya maka dapat dipastika orang yang tak kenal Nabi Muhammad dan ajarannya maka orang itu taakan ada rasa simpatik hurmat apalagi mengagungkannya, untuk itu kita harus kenal atau tahu agar kita tidak menjadi orang yang kurang ajar dan kurang ajaran.
Tanggung jawab, tidak lari dari kenyataan yang ada baik, buruk, manis, dan pahit itu harus diterima.
Perhatian ini adalah sebuah tindakan yang dapat mengikan dan memikat. Karena orang lebih suka diperhatikan dari pada dicuekkan.
Saling menghormati, dalam arti kita harus tahu hak dan forsi orang lain, karena rasa egois itu akan mngucilkan diri kita sendiri. Cinta kasih takan terwujud kalu tidak ada rasa hormat satu samalin.

Untuk Keutuhan Cinta Dituntut;
1) Rasa tanggung jawab
2) Pengorbanan
3) Kejujuran
4) Saling percaya
5) Pengertian
6) Saling terbuka
Kalau hilang salah satu dari yang enam ini maka akan mengakibatkan retaknya rasa cinta.

Cinta adalah paduan rasa simpati antara dua mahkluk (wanita-wanita, peria-peria, peria-wanit)
Simpati adalah suatu proses dimana seseorang merasa tertarik pada pihak lain dalam proses ini perasaan memegang peranan penting. Dorongan utama rasa simpati adalah keinginan untuk memahami pihak lain dan untuk bekerjasama dengannya.
Cinta kasih adalah (aktifitas seseorang terhadap orang lain) (empati, perhatian, mengikuti, patuh, mau melakukan apapun). Perasaan sayang perasaan suka pada seseporang.

Macam Cinta Kasih Yang Lain
• Cinta kasih antara orang tua dan anak
Orang tua yang memperhatikan dan memenuhi kebutuhan anaknya, berarti mempunyai rasa cinta kasih terhadap anak. Mereka selalu mengharapkan agar anaknya menjadi orang baiki dan berguna di kemudian hari.
• Cinta kasih antara peria dan wanita
Seseorang peria menaruh perhatian terhadap seorang gadis dengan prilaku baik, lemah lembut, sopan, apaligi memberikan seuntai mawar merah, berarti ia menaruh cinta kasih terhadap gadus itu.
• Cinta kasih antara manusia dan Tuhan. Apabila seorang taat beribadah, menurut perintah Tuhan, dan menjauhi larangan-Nya,orang itu mempunyai cinta kasih kepada Tuhan penciptanya.
• Cinta kasih manusia terhadap lingkungannya. Apabila seseorang menciptakan tanman yang indah, memelihara taman pekarangan, tidak menebang kayu di hutan seenaknya, menanami tanah gundul dengan teratur, tidak berburu hewan secara semena-mena atau dikatakan bahwa orang itu menatuh cinta kasih atau menyayangi lingkukangan hidupnya.

Cinta Menurut Ajaran Agama

Cinta itu haraus proporsional dan adil jangan lupa diri karena cinta contoh:
kecintaan Nabi Ibrohim AS pada Allah dibanding pada putranya

Cinta Pada Allah
Melaksanakan segala perintahnya dan menjauhi segala larangangannya Qs.3:31(Al-Imran; keluarga Imran)
Katakanlah:’’Jika kamu(benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengetahui dan mengampuni dosa-dosanya, Allah maha pengampun dan maha penyayang.

Cinta Diri
Cinta diri erat hubungannya dengan menjaga diri gejala yang menunjukan kecintaan manusia terhadap dirinya sendiri adalah kecintaannya yang luar biasa terhadap harta benda (materi) kecitaan terhadap diri dapat dibuktikan apabila ia tertimpa mala petaka atau kesulitan, manusia akan berkeluh kesah perlu dihilangkan?
Tidak tapi perlu seimbang dengan cinta pada orang lain untuk berniat baik inilah cinta diri yang ideal Al-Qur’an telah mengungkapkan cinta alamiah manusia terhadap dirinya QS:7:188(Al-Araf; tempat tertinggi) “.....dan sekiranya aku mengetahui yang ghoib tentulah aku akan memperbanyak kebaikan bagi diriku sendiri dan aku tidak akan di timpa kemudaratan...”

Cinta Kepada Sesama Manusia
Banyak dilakukan dan dan dicontohkan oleh nabi, motivasi seseorang mencintai sesama manusia menurut presepsi sosiologis disebabkan karena manusia tidak dapat hidup sendirian (manusia sebagai mahluk sosial) Q.S. 49 :10 (Al-Hujurat ; kamar-kamar)
“sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara, karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu”
Contoh: orang-oreang Anshor dengan orang-orang Muhajirin.

Cinta Sexsual
Cinta erat kaitannya dengan dorongan sexsual. Hal ini dilakukan dalam; Q.S. 30 :21(Ar-Rum ; bangsa Rumawi)
“Dan diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteru-isteri dari jenismu sendiri supaya kamu cenderung dan merasa tentram kepadanya, dan dijadikannya diantaramu rasa ksih sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kamu yang berfikir.”
Cinta sexsual merupakan bagian dari kebutuhan manusia yang dapat melestarikan kasih sayang, keserasian dan kerjasama antara suami dan isteri. Sex merupakan faktor yang primer bagi kelangsungan hidup keluarga.

Cinta Kasih Erotis
Yaitu kehausan akan penyatuan yang sempurna akan penyatuan dengan seseorang lainnya.

Jatuh Cinta
Jatuh cinta adalah sebuah rasa yang dimiiki seseorang ketika ketika melihat seseorang lain. (dari jenis kelamin yang berbeda) yang menarik perhatiannya. Perasaan cinta muncul karena di dalam tubuh di peroduksi zat-zat tertentu yang sedikit membius otak dan efeknya bisa disamakan dengan efek narkoba. Zat ini dinamakan feromon. Feromon membuat seseorang kecanduan sehingga ingin melihat pasangannya atau orang idamannya sesering mungkin.
Perasaan jatuh cinta ini beberapa waktu akan menghilang sedikit demi sedikit. Yang muncul biasasnya rasa-rasa lain seperti perasaan cinta sejati, kasih sayang serta rasa aman dan nyaman. Perasaan-perasaan ini yang terakhir sering menonjol saat sudah menikah.

Benci
Benci atau kebencian adalah merupakan sebuah emosi yang sangat kuat dan melambangkan ketidaksukaan, enmiti atau antipati untuk seseorang, sebuah hal, barang atau fenomena.
Hal ini juga merupakan sebuah keinginan untuk menghindari, menghancurkan atau menghilangkannya. Kebencian dideskripsikan lawan cinta.
Cinta X ketidak pedulian.
Q.S. Ar-Rum Ayat 21
“Dan diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya adalah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tentram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantara kamu rasa kasih sayang. Sesungguhnya.

Cinta Kasih Dengan Hubungan Sosial (perdamaian dunia dengan kesejahteraan hidup)
Muara cinta ada di pernikahan. Penikahaan menciptakan hubungan sosial luhur kearah perdamaian dunia. Dalam pernikahan banyak terlibat keakrabab yang mulanya dari sebuah pernikahan, dan jalinan yang terasa bukan hanya antar pengantin wanita dan pria saja, tetapi keluarga, kerabat, bahkan tetangga dari kedua pengantin itu. tapi jangan salah keretakan dalam rumah tangga yang ujungnya menjadi perceraian, itu juga bisa berdampak sangat negatif dan bukan bagi kedua suami istri saja, tetapi bisa merembet ke keluarga, ke rabat dari kedua suami istri itu. maka dalam ajaran Islam dikatakan, hal yang boleh “Halal”, tetapi di benci oleh Alla, adalah perceraian, dan perceraian ini dalam suatu Hadis bisa menggetarkan Arras yang besarnya berlipat-lipat dari besar duia yang kita diami sekarang.

Pasangan (prejudice), Diskriminasi Dan Integritas Masyarakat
Prasangka = sikap sosial
Sikap menurut Morgan adalah kecendrungan untuk berespons baik secara positif ataupun negatif terhadap orang, objek, atau situasi.
Kecendrungan berespons meliputi perasaan atau pandangannya yang tidak sama dengan tingkah laku. Dalam diri manusia kadang-kadang reflek terhadap apa yang dia saksikan atau dia lihat yang tidak sama dengan keadaan yangsebenarnya, sifat berpendapat dan berkomentar mungkin itulah yang menjadikan manusia begitu peka terhadap hal yang ganjil menurutnya.
Sikap seseorang bisa diketahui setelah bertingakah laku, karena sikap adalah tingkah laku, baik buruk seseorang itu harus dibuktikan dengan tingkah lakunya, sikap cuek, jarang bicara, dan suka menyendiri, itu bukan berarti orang yang tak punya wawasan dalam bergaul atau pemalu, mungkin saja itu bawaan. Karena tidak sedikit orang yang diam-diam menghanyiutkan, dipandang oleh kita sepele tapi dia malahan orang yang luar biasa.
Dalam sikap terkandung penilaian emosional berupa; suka, tidak suka, senang, sedih, benci dsb. Penilaian emosional ini menjadi penanda keberadaan atau posisi seseorang.

Komponen Sikap
 Kognitif, artinya memiliki pengetahuan mengenai objek sikapnya, terlepas pengetahuan itu benar atau salah.
 Afektif, artinya dalam bersikap akan selalu mempunyai evaluasi emosional (setuju tidak stuju) mengenai objek sikapnya.
 Konatif, artinya kecendrungan bertingkah laku bila bertemu dengan objek sikapnya mulai bentuk yang positif sampai tindakan yang agresif.

Sebab-Sebab Terjadinya Perasangka
Ada lima pendekatan:
1. Pendekatan historis. Pendekatan ini didasarkan atas teori pertentangan kelas, yaitu menyalahkan kelas rendah yang inferior. Sementara mereka yang tergolong dakam kelas atas mempunyai alasan (justification) untuk berprasangka terhadap kelas rendah.
Contoh: kulit putih terhadap negro
Latar belakang sejarah bahwa kulit putih sebagai tuan dan negro sebagai budak.
2. Pendekatan sosio kultural dan situasional. Pendekatan ini ditekankan pada kondisi saat ini sebagai penyebab timbulnya prasangka yang dapat di bagi dalam:
1) Mobilitas sosial, artinya kelompok orang yang mengalami penurunan setatus (mobilitas sosial kebawah) akan selalu mencari alasan mengenai nasib buruknya (mengkambinghitamkan) tidak mencari penyebab yang sesungguhnya.
2) Konflik antar kelompok. Presangka merupakan realitas dari dua kelompok yang bersain tidak selalu disebabkan oleh kondisi ekonomi.
3) Setiga Perkantoran. Bahwa ketidak amanann atau ketidak pastian di kota disebabkan oleh noda yang dilakukan oleh kelompok tertentu.
4) Sosialisasi. Prasangka dalam hal ini muncul sebagai hasil dari proses pendidikan orang tua atau masyarakat sekitar melalui proses sosialisasi mulai kecil hingga dewasa.
3. Pendekatan kepribadian. Disebut teori frustasi agrgasi kepribadian sebagai penyebab prasangka. Frustasi merupakan kondisi yang cukup untuk timbulnya tingkah laku agresif. Misalnya dalam keseharian kita oleh atasan (setatus yang lebih tinggi) yang mungkin untuk mengadakan perlawanan apalagi dengan perlawanan tingkah laku agresif, hal ini sering menimbulkan tingkah pengalihan (displacement) dari rasa kesalnya kesatu sasaran yang mempunyai nilai yang sama, taspi ada juga yang tidak demikian tentang tipe kepribadian (autorian personality)
4. Pendekatan fenomenologis. Ini ditekan pada bagian individu memandang atau mempersepsikan lingkungannya, sehingga persepsilah yang menyebabkan prasangka.
5. Pendekatan naive, adalah prasangka lebih menyoroti objek prasangka dan tidak menyoroti individu yang berprasangka.
Contohnya; sifat-sifat orang kulit putih menurut orang negro atau sifat-sifat orang negro menurut orang kulit putih.

Mengurangi Prasangka
 Perbaikan kondisi sosial ekonomi
 Melalui pendidikan (perluasan kesempatan belajar)
 Mengadakan kontak diantara dua kelompok yang berperasangka (terbuka dan sikap lapang)
 Permainan peran (playing role) disini orang yang berperasangka disuruh menjadi korban prasangka (akan merasakan, mengalami dan menghayati akhirntya tidak akan berprasangka dan berprilaku diskriminatif).

Prasangka Dan Integrasi Masyarakat
Integrasi masyarakat dapat diartikan adanya kerjasama dari seluruh anggota masyarakat mulai dari individu, keluarga, lembaga dan masyarakat secara keseluruhan sehingga menghasilkan kesenyawaan-kesenyawaan berupa adanya konsensus nilai-nilai yang sama di junjung tinggi. Dalam hal ini terjadi akomodasi, asimilasi dan berkurangnya prawsangka-prasangka diantara anggota masyarakat secara keseluruhan. Integrasi masyarakat akan terwujud mengendalikan perasangka yang ada di masyarakat sehingga tidak terjadi konflik, dominasi, tidak banyak sistem yang tidak saling melengkapi dan tumbuh integrasi masyarakat pada masyarakat majemuk dilakukan dengan mengatasi atau mengurangi prasangka.

Manusia Mahluk Manusia Multi Dimensi
Manusia dapat dilihat dari dimensi fisik (jasmani) rohani (psikis), dan pesiko pisik (nafs) yang mendorong untuk bertingkah laku.
Fsikopisik terbagi atas: Qolbu (berkaitan dengan rasa/emosi) akal (berkaitan dengan potensi cipta/kognisi) nafsu (berkaitan dengan karsa/konasi)

Keindahan Identik Dengan Kebenaran, Segala Yang Benar Mengandung Keindahan
Sikap halus mencerminkan gambarab hati yang halus dan cinta kasih terhadap sesama merupakan perwujudan dan sikap ramah, sopan, sederhan dalam pergaulan dimulain dari keluarga.
Masyarakat gabungan keluarga perlu diciptakan suatu suasana kehalusan. Hubungan sosial dalam masyarakat yang harus mencerminkan masyarakat itu beradab dan berbudi.

Penyebab Hedonis
Bagaimana adil terhadap diri sendiri:
Perlakukan diri kita adil (kebutuhan jasmani dan rohan bersih dari penyakit hati; sombong, bangga diri, ingin dipuji, dengki) ibadah yang tulus dan istiqomah.
Jaga diri dari perbuatan dosa dan maksiat maka hidup akan tentram.
“hai orang-orang yang beriman jadilah kamu orang yang benar-benar menegakan kedailan, menjadi saksi (menegakan keadilan) karena Allah, walaupun terhadap diri sendiri.” (Q.S. Annisa : 135)

Bagainana Adil Terhadap Orang tua:
jadilah anak saleh, berbakti dan balas budi
Penyebab stratifikasi sosial?

KEADILAN
Keseimbangan Atau Keharmonisan Antara Menuntut Hak dan Menjalankan Kewajiban

Aristoteles:
Keadilan adalah kelayakan dalam tindakan MNS kelayakan diartikan SBG titik tengah diantara kedua ujung ekstrem yg terlalu banyak dan terlalu sedikit
PLATO:
Diproyeksikan PD ORG yg adil adalah ORG yg mengendalikan diri dan perasaannya dikendalikan oleh akal

Socrates:
Diproyeksikan pd pemerintahan;
keadilan tercipta bilamana setiap warga sdmerasakan bhw pihak pemerinyah sdh melaksanakan tigasnya dengan baik

Alasan pd pemerimtah;
Krn pemerintah adalah pimpinan pokoko ygmenentukan dinamika masyarakat
Ahar menjadi homohumanus (manusia yg berbudaya, manusiawi dan lembut) perlu memahami dan menghayati konsep keadilan;
Keadilan
Adalah pengakuan yg seimbang antara hak dan kewajiban. Keadilan terletak pd keseimbangan atau keharmonisan antara menuntut hak dan menjalankan kewajiban. Sebab tindakan yg hanya menuntut hak lupa kewajiban merupakan pemerasan.
Tetapi, tindakan yg hanya menjalankan kewajiban tanpa menuntut hak juga berbakti mudah diperbudak atau diperas orang.

Keadilan
1.kesadaran adanya hak yg sama bagi srtiap warga negara
2. “ “ kewajiban yg sama bagi setiap warga negara
3.hak dan kewajiban untuk mencitakan dan kemakmuran yg merata kesimpulan keadilan kebutuhan metlak manusia reafitanya orang mengalami perlakuan adil dan tidk adil setan pernah meminta keadilan pd allah utk tdk menghormati adam dia dr api adam tnh.

Macam-Macam Keadilan:
Menurut sumbernya:
1.keadilan individual,m adalah keadilan yg bergantung pd kehendak baik atau kehendak buruk masing2 individu
2. keadilan sosial, adalah keadilan yg pelaksanaannya bergantung pd struktur2 itu terdapat dlm bidang politik, ekonomi dan ideologi

Keadilan Menurut Jenisnya
1. Keadilan legal (keadilan moral)
Terwujud bila setiap anggota dalam masyarakat melakukan fungsinya dengtan baik menurut kemampuannya atau keadilan terwujud bila setiap orang melakukan pekerjaannya menurut sifat dasarnya yang paling cocok.
2. Keadilan Distributif
Terwujud apabila hal-hal yang sama diperlakukan secara sama dan hal-hal yang tida sama secara tidak sama.
3. Keadilan kumulatif
Terwujud apabila tindakannya tidak bercorak ekstrem sehingga merusak atau menghancurkan pertalian di dalam masyarajkat, sehingga masyarakat menjadi tidak tertib. Guna keadilan kumulatif untuk memeliharea ketertiban masyarakat dan kepentingan publik.
Tindakan yang bercorak ekstrim menjadikan ketidak adilan dan akan merusak atau menghancurkan pertalian masyarakat.
Comtoh: seorang peria yang sudah memiliki pacar, lalu melakukan hubungan yang terlalu akrab dengan wanita lain, bisa menimbukan kecemburuan bagi pacarnya bahkan menimbulkan konflik.
Ciri-Ciri Keadilan
1. Tidak memihak
2. Sama hak
3. Sah menurut hukum
4. Layak dan wajar
5. Benar secara moral

Bila keadilan di junjung dalam masyarakat, maka akan tercipta iklim kehidupan yang tentran, haronis, dan sejhtera.
Dengan keadilan maka kesadaran hak yang sama bagi setiap warga negara, adanya kewajiban yang sama , hak dan kewajiban untuk menciptakan kesejahteraan dan kemakmuran. “Keadilan merupakan kebutuhan umat manusia”

Akibat Ketidakadilan
1. Kehancuran bagi dirinya, keluarga, perusahaan, masyarakat, dan bangsa.
2. Terciptanya kezaliman:
 keadaan yang tidak lagi menghargai, menghormati hak-hak orang.
 Sewenang-wenag merampas hak orang lain dari keserakahan demi kepuasan nafsu.
Bagaimana Agar Tercipta Keadilan Atau Bersifat Adul
1. Adanya tekad bahwa hanya dengan keadilan hidup akan berkah
2. Berlaku pada siapapun hidup akan sukses
3. Cari ilmu supaya mengetahui:
 Hak dan kewajiban serta aturan-aturan hidup lurus dan benar.
 Tahu hak Allah, diri, orang tua, umat dan keluarga.
 Orang yang kurang berilmu dan ilmu agama cenderung mudah berbuat zalim
 Tidak tahu batasan antara yang benat (hak) dan yang salah (batil) mengikuti hawa nafsu
4. Berusaha menyelesaikan masalah dengan data dan informasi yang benar dan akurat (ilmiah) (denga cross chek agar keputusan tidak subjektif dan emosional)
5. Menjadikan keadilan sebagai kunci kebagagiaan, keselamatan, kesuksesan, dan kemuliaan dalam hidup.

Adil Merupakan Ciri Seseorang Yang Taqwa Kepada Allah
1. Mulia dihadapan Allah
2. Ahlak dan kebiasaan baik
“Berlaku adil karena adil itu lebih dekat kepada Allah” (Q.S. Al-Maidah ;5-8)

Adil Terhadap Alah
Menyadari;
1. Kita ciptaan Allah
2. Kita milik Allah
3. Semuanya titipan Allah
Maka imbangi dengan benar jangan menjadi hamba apa dan siapapu kecuali hamba Allah, dan orang yang beriman tidak hanya mengaku saja sebagai hamba Allah, tetapi menjalankan perintah dan menjauhi larangannya. Termasuk mengagungkan dan menjalankan syariat Nabi Muhhamad Bin Abdillah, bukan sebaliknya. Manusia yang tak punya martabat, hina dan kehinaanya melebihi binatang yang sangat hina adalah manusia yang mengaku iman kepada Allah tapi tidak menjalankan segala instruksi-Nya, apalagi mengklaim diri sebagai Nabi akhir zaman, dan di Zaman sekarang dapat kita temukan manusia-manusia yang berengsek seperti itu. manusia yang tidak percaya pada akan adanya hari pembalasan.

Adil Terhadap Diri Sendiri
1. Perlakukan diri kita adil (kebutuhan jasmani dan rohani, bersih dari penyakit hati, sombong, bangga diri, ingin dipuji, dengki). orang yang tidak adil pada dirnya sendiri adalah orang yang bodoh, kebutuhan jasmani terus diprioritasken sedang kan rohani di abaikan. Orang sombong, bangga diri, ingin dipuji, dengki, ini juga merupakan orang yang tidak adil karea orang ini hanya ingin memanjakan jasadnya saja, sedangakn ruhnya tidak dia pedulikan, dan ini juga termasuk oramng yang bodoh, sebab tidak mau mendapatkan kenikmatan, kebagiaan dan kemulyaan yang kekal yang akan di alami ruh yaitu di akhirat yang pasti datang.
2. Ibadah yang tulus dan istiqomah, tulus dalam arti tidak ada pamrih dari manusia ingin dilihat dan terlihat oleh manusia. Tetapi ibadah atas dasar karena Allah semata. Istiqomah, artinya tidak bermusim. Mengalir tanpa putus dan tetap jalan walau keadaan apapun.
3. Jaga diri dari perbuatan dosa dan maksiat maka hidup akan tentam. Karena orang yang bisa menjaga dirinya dari perbuatana dosa itulah orang yang dekat dengan Allah, dan dikarnakan dunia ini milik Allah makan orang yang dekat dengan Allah, dimanapun orang itu berada dia akan merasakan nyanman dan tentram dalam hidupnya.
“hai orang yang beriman, jadilah kamu menjadi orang yang benar-benar menegakan keadilan, menjadi saksi (menegakan keadilan) karena Allah, walaupun terhadap diri sendiri.” (Q.S. Anisa :135)

Adil Terhadap Orang Tua
Jadilah anak yang saleh, berbakti, dan balas budi

Adil Terhadap Sanak Saudara, Dosen, Tetanga, Pembantu Atau Karyawan
Jangan memanfaatkan kekuasaan, amanh dari kepentingan peribadi, keluarga, dan kelompok.
Seharusnya mengayomi semua pihak, menegakan hukum, jadi panutan. Maka ahklak masyarakat akan meningkat baik, pemimpin yang adil akan masuk syurga.

MANUSIA DAN PENDERITAAN

Penderita berasal dari kata derita, kata derita berasal dari bahasa sansekerta dhra artinya menahan atu menanggung. Derita artinya menanggung atau merasakan sesuatu yang tidak mentenangkan. Penderitaan itu bisa lahit atau batin. Penderitaan termasuk realitas dunia dan manusia. Intensitas penderitaan bertingkat-tingkat, ada yang berat ada juga yang ringan.
Suatu peristiwa yang dianggap penderitaan oleh seseorang belum tentu merupakan penderitaan bagi orang lain, karena tak kurang manusia yang dapat mengambil keuntungan dari penderitaan orang lain “bukan tertawa diatas penderitaan”, misalkan bencana tsunami yang ada di jepang kemarin, bagi orang jepang itu sudah pasti menjadi sebuah penderitaan, tetapi bagi penjual rongsokan dari besi-besi bekas itu sebah keuntungan, karena banyak mobil-mobil dan kapal-kapal laut yang bisa di jual. Atau peperangan di libiya sekarang, bagi orang libia itu sudah pasti sebuah enderitaan, tapi bagi para wartawan itu adalah sebuah keuntungan, karena mereka dapat menyuguhkan berita-berita seputar peperangan di libia yang banyak dinanti oleh masyarakat dunia yang selalu ingin yahu perkembangan libia. Contoh yang kecil saja misalkan musim hujan adalah penderitaan bagi penjual es campur, karena musim hujan penjualnya bisa merosot bahkan tidk berjualan sama sekali, tapi bagi tukang gorengan itu merupakan keuntungan yang sangat besar, karena pada musim hujan sudah pasti banyak orang yang membeli makanan yang hangat-hang atatau panas-panas.
Dapat pula suatu penderitaan merupakan energi untuk bangkit bagi seseorang, atau sebagai langkah awal untuk mencapai kenikmatan dan kebahagiaan, seperti halnya orang yang mendaki gunung untuk menik mati pemandangan yang indah yang terdapat di puncak gunung.
Penderitaan dialami oleh semua orang, hal itu sudah merupakan resiko hidup. Karena orang yang sanggup hidup adalah orang yang siap menerima konsekwensi dari kehidupan, siap untuk menerima penderitaan jika sekali-kali penderitaan itu menghampiri orang itu. tuhan memberikan kesenanga atau memberikan kebahagiaan kepada manusia, tetapi juga memberikan penderitaan atau kesedihan yang kadang-kadang bermakna agar manusia sadar untuk tidak memalingkan diri-Nya.
Manusia hidup di dunia sebenarnya bukan untuk bersenang-senag, tapi untuk berjuang dan memperjuangkan nasibnya yang kekl “akhirat”, adunn’yaa darul amal sedangkan alakhirat darul jaja.
Bagi manusia yang tebal imannya musibah yang dialaminya akan cepat dapat menyadarkan dirinya untuk bertobat kepada-Nya dan bersikap pasarah akan nasib yang ditentukan Tuhan atas dirinya. Kepasrahan karena yakin bahwa kekuasaan tuhan sebenarnya jauh lebuh besar dari dirinya, akan membuat manusia merasakan dirinya kecil dan menerima takdir. Dalam kepasrahan demikianlah akan diperoleh suatu kedamaian dalam hatinya, sehingga secara berangsur akan berkurang penderitaan yang dialaminya, untuk akhirnya masih dapat bersukur bahwa Tuhan tidak memberikan cobaan yang lebih berat daripada yang dialaminya.

Penderitaan Manusia Dapat Diperinci Sebagai Berikut

1. Penderitaan yang timbul karena perbutan buruk manusia
Penderitaan yang menimpa manusia karena sifat buruk manusia dapat terjadi dalam hubungan sesama manusia danhubungan manusia dengan alam sekitar. Orang yang sombong, pendengki, ingin menang sendiri, orang seperti itu pada dasarnya sudan menyiksa dirinya, karena orang seperti itu tidak akan disukai oleh banyak orang. Orang yang tidak sayang lingkungan alam sekitar, menebang hutan secara berlebihan melewati batas pungi dan kebutuhan, hutan akan cepat gundul, musim hujan tiba, banjir, longsor, dan bencana alam lainnya akan datang. Musim panas tiba akan sulit mendapatkan air karena hutanya sudah rusak.

2. Penderitaan Yang Timbul Karena Penyakit, Siksaan, Azab Dari Tuhan
Penderitaan manusia dapat juga terjadi akibat penyakit atau siksaan/azab Tuhan. Namun kesabaran, tawakal dan optimisme dapat merupakan usaha manusia untuk mengatasi penderitaan itu. banyak contoh kasus penderitaan semacam ini yang dialami oleh manusia. Dala penderitann yang di alami manusia ada yang di sebut azab ada juga yang di sebut cobaan. Adzab atau siksaan itu terjadi pada manusia yang berbuat dosa dan itu adalah peringatan bagi manusia itu, sedangkan cobaan terjadi pada manusia untuk meningkatkan derajatnya jika manusia itu kuat atau bertahan. Seperti kisah Nabi Ayub yang mengalami cobaan dari Allah tentang penyakitnya yang amat sangat memperihatinkan, bahkan Nabi Ayub sampai diasingkan oleh penduduk sekitar, dan dia tinggal di gunnung. Tapi karena Nabi Ayub adalah Nabi dan perjalanan hidupnya di maksum “diraksa” maka dia berhasil melewati ujian itu.

Pengaruh Penderitaan
Orang yang mengalami penderitaan munkin akan memperoleh pengaruh bermacam-macam dan sikap dalam dirinya. sikap yang timbul dapat berupa sikap positif atau sikap negatif. Sikap negatif misalnya penyelesaian karena tidak bahagia, sikap kecewa, putus asa, ingin bunuh diri. Sikap ini diungkapkan dalam pribahasa “sesal dahulu pendapataan sesal, kemudian tak berguna”. “nasi sudah menjadi bubur”. Kelanjutannya dari sikap negatif ini dapat timbul sikap anti, misalnya anti kawin atau tidak mahu kawin, tidak punya gairah hidup.
Sikap positif yaitu sikap optimis mengatasi penderitaan hidup, bahwa hidup bukan rangkaian penderitaan, melainkan perjuangan membebaskan diri dari penderitaan, dan penderitaan itu adalah hanya bagian kehidipan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar